Senin, 25 Januari 2021

Memprihatinkan Pasien Covid-19 Dirawat di Kursi Roda


Kondisi saat ini sangat memprihatinkan, bukan hanya di Sumut, tetapi juga Indonesia. Pasien Covid-19 di Jakarta harus dirawat di kursi roda, karena tempat tidur perawatan sudah habis. Rumah sakit di Medan juga sudah hampir penuh, jadi kabupaten/kota perlu tingkatkan protokol kesehatan (Prokes) dan kemampuan merawat pasien, tidak semua dikirim ke Medan,” kata Edy Rahmayadi pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Pengendalian Kasus Covid-19 di Provinsi Sumut secara virtual di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Senin (25/1).

Rakor dengan virtual ini dihadiri kepala daerah kabupaten/kota se-Sumut tersebut Edy Rahmayadi juga meminta setiap kepala daerah membuat langkah yang nyata dalam pencegahan dan pengendalian kasus Covid-19. Menurutnya, beberapa bulan terakhir berbagai daerah di Sumut telah menurun kedisiplinannya mencegah penyebaran Covid-19.

“Saya harap kepala daerah memahami kondisi saat ini, kita perlu ambil langkah yang konkret. Lakukan kembali hal-hal seperti saat pertama kita terkena wabah ini, jangan kendur. Saya yakin, bila bersama kita bisa melewati ini,” jelas Edy.

Peningkatan kasus Covid-19 di Sumut kembali terjadi dalam dua pekan terakhir. Hal ini dinilai merupakan dampak dari berkurangnya kedisiplinan Prokes saat akhir tahun lalu hingga awal tahun 2021.Rata-rata jumlah penambahan konfirmasi positif Covid-19 pada 14 hari terakhir sebesar 85,3 kasus per hari. Walau sempat menurun di pertengahan Januari, penambahan kasus positif terus meningkat 88 kasus pada 24 Januari 2021. Karena itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meminta kabupaten/kota kembali perkuat Prokes dan fasilitas kesehatan.

“Kondisi saat ini sangat memprihatinkan, bukan hanya di Sumut, tetapi juga Indonesia. Bayangkan, di Jakarta ada pasien Covid-19 yang harus di rawat di kursi roda, tidak di tempat tidur lagi karena tempat tidur perawatan sudah habis. Di Medan rumah sakit juga sudah hampir penuh, jadi kabupaten/kota perlu tingkatkan Prokes dan kemampuan merawat pasien, tidak semua dikirim ke Medan,” kata Edy Rahmayadi pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Pengendalian Kasus Covid-19 di 

Pada Rakor virtual yang dihadiri kepala daerah kabupaten/kota se-Sumut tersebut Edy Rahmayadi juga meminta setiap kepala daerah membuat langkah yang nyata dalam pencegahan dan pengendalian kasus Covid-19. Menurutnya, beberapa bulan terakhir berbagai daerah di Sumut telah menurun kedisiplinannya mencegah penyebaran Covid-19.

“Saya harap kepala daerah memahami kondisi saat ini, kita perlu ambil langkah yang konkret. Lakukan kembali hal-hal seperti saat pertama kita terkena wabah ini, jangan kendur. Saya yakin, bila bersama kita bisa melewati ini,” jelas Edy.

Per tanggal 24 Januari, kasus di Kota Medan sudah mencapai 9.927 dengan pertambahan kasus baru 56 orang, sedangkan Deliserdang 2.527 kasus dengan pertambahan kasus 15 orang. Ini membuat Edy Rahmayadi cukup prihatin, karena Medan lebih sering dijadikan muara bagi daerah untuk perawatan penanganan pasien Covid-19.

“Lakukanlah penyekatan, lakukan perawatan di daerah, bisa dikirim ke sini (Medan) bila kondisinya berat, kita akan siapkan perawatannya. Bayangkan di Medan ada pasien dari seluruh kabupaten/kota di Sumut, bahkan dari Aceh, Riau, Kalimantan, kita khawatir RS di Medan tidak cukup kapasitasnya karena melihat pertambahan kasus yang cukup signifikan 14 hari terakhir,” kata Edy Rahmayadi, yang di dampingi Kadis Kesehatan Pemprov Sumut Alwi Mujahit.

Selain peningkatan Prokes 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilisasi, Edy Rahmayadi berpesan agar memperhatikan Bed Occupancy Rate (tingkat kemanfaatan tempat tidur) dengan meningkatkan kapasistas tempat tidur di RS rerata 30-40%. Menurunkan angka kematian dengan cara tidak terlambat dalam melakukan test PCR dan tes PCR bagi seluruh Tenaga Kesehatan (Nakes) dua minggu sekali.

Edy Rahmayadi juga berpesan agar kabupaten/kota laksanakan program vaksinasi termasuk pendataan, sosialisasi dan menyiapkan dana. “Diminta kepada Bupati/Walikota memastikan ketersediaan dana untuk proses vaksinasi masing-masing sebesar 4% dan dana DAU (Dana Alokasi Umum) dan bagi hasil yang diterima dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Terkait vaksin, Kadis Kesehatan Sumut Alwi Mujahit menambahkan saat ini vaksin masih diutamakan untuk tenaga kesehatan (Nakes). Setelah itu, gelombang berikutnya adalah masyarakat dengan risiko tinggi seperti Polisi, Aparatur Sipil Negara yang banyak berhubungan dengan masyarakat, pegawai bank dan lainnya.

“Belum ke masyarakat secara langsung, kita masih menunggu informasi selanjutnya. Sekarang diutamakan kepada Nakes, setelah itu kelompok masyarakat yang berisiko tinggi dan kemudian yang berisiko rendah,” tegas Alwi, saat video conference.

Selain Kepala Daerah se-Sumut Rakor virtual ini juga dihadiri Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Sumut Arsyad Lubis, Koordinator Medis dan Paramedis Satgas Penanganan Covid-19 Sumut Restuti Hidayani Saragih dan LO BNPN untus Satgas Penanganan Covid-19 Sumut Dahlan Harahap. Selain itu Rakor virtual ini juga dihadiri Kadis Kesehatan kabupaten/kota se-Sumut dan OPD terkait. 

Minggu, 24 Januari 2021

Wagub Sumut : Jangan Jadi Mental Penakut


Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah  mengatakan generasi saat ini harus bermental pemberani, mental pejuang, tidak gampang dibeli, tidak mudah dipengaruhi. Jangan jadi mental penakut, pindah ke sana ke mari karena kepentingan sesaat. Demikian antara lain  kata sambutannya saat menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) II  Satuan Siswa, Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Provinsi Sumut, Minggu (24/1) di Hotel Madani, Medan. 

Musa Rajekshah yang juga kader PP mengingatkan agar generasi muda memiliki mental berani, pejuang dan tidak mudah terpengaruh. SAPMA PP Sumut bisa mewarnai pembangunan di Sumut karena semangat dan ide-ide pemuda sangat dibutuhkan dalam membangun suatu daerah. "SAPMA harus bisa mewarnai pembangunan Sumut dan saya harap kalian bisa hadir di tengah-tengah masyarakat kita. Masyarakat harus merasakan manfaat positifnya," tambahnya.

Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) PP Sumut Kodrat Shah menegaskan agar ketua dan pengurus amanah, tidak memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi. Ini penting karena SAPMA PP merupakan calon pengganti pimpinan PP berikutnya.

"Kalian kader PP yang akan menggantikan kami-kami ini yang sudah tua. Kalau saya ini mungkin 1 tahun lagi, jadi, jabatan itu bukan untuk jago-jagoan, kalian harus punya rencana dan cita-cita, kemudian wujudkan itu," tegas Kodrat.

Ketua PW SAPMA PP Provinsi Sumut M Rahmaddian Shah mengatakan, pihaknya bersama jajaran pengurus lainnya telah berhasil membentuk 24 cabang se-Sumut. Selain itu, kader SAPMA angkatan I se-Sumut telah mencapai lebih dari 4.000 orang.


"Saya sebelumnya mengatakan kader SAPMA tidak akan kurang dari 5.000 orang, tetapi sampai saat ini sekitar 4.000, masih kurang dari target. Saya mohon maaf, tetapi itu merupakan kerja keras dari pengurus SAPMA se-Sumut. Itu patut kita apresiasi. Saya harap pengurus baru nantinya bisa melanjutkan dan tentu lebih baik dari saya," kata Rahmaddian.

Turut hadir pada Muswil II ini Dandim 0201/BS Letkol Inf Agus Setiandar, Asisten Komunikasi dan Elektronika Hanudnas III Kolonel Joko Nugroho, Kaban Kesbangpol Pemprov Sumut Syafruddin, Plt Kadispora Sumut Baharudsin Siagian,  Ketua Umum Pengurus Pusat SAPMA PP Aulia Arief, Ketua PW SAPMA DKI Shaquille Rekardianto dan Ketua PW SAPMA Aceh Teuku Maury Darwin.

GBKP Runggun Semeimei Batu Terima 2 Umat Baru


Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Runggun Semeimei Batu Klasis Medan Kutajurung, menerima dua umat baru, Minggu (24/02/2021). Seremonial penerimaannya dirangkaikan dengan ibadah minggu serta perjamuan kudus yang dipimpin Pdt Dikky Kristian Sitepu, S.Si, MM.

Kedua umat tersebut yakni Sastroy Bangun dan Mansyur Lubis, menyatakan pengakuannya menjadi umat Kristen di depan jemaat disertai liturgi pentahbisannya. Sastroy Bangun berasal dari Kabanjahe Tanah Karo dan Mansyur Lubis dari Desa Mbarui Kecamatan Birubiru Deliserdang. Sekaitan dengan acara tersebut, putri Satroy Bangun bernama Fayola Br Bangun juga disertakan dalam liturgi sidi anak.


Pdt Dikky Kristian Sitepu, S.Si, MM dalam kotbahnya yang terambil dari Injil Juna 3 : 1 - 10 mengatakan, peristiwa hari itu semata - mata karena belas kasihan Tuhan. Karenanya, diperlukan penghayatan serta aplikasi/penerapannya di lapangan nantinya. " Tidak ada manusia tanpa kesalahan dan dosa. Untuk itulah Tuhan memberi kita kesempatan bertobat dan membuktikan pertobatan itu dalam hidup yang baru," ujarnya.


Khusus kepada Sastroy Bangun serta Mansyur Lubis diharapkannya terjadi pemulihan baru dalam kehidupan dengan iman yang teguh. " Mari buktikan, bahwa kita sudah menjadi manusia yang hidup baru di dalam belas kasihan Tuhan," ujarnya.

GBKP Runggun Semeimei Batu mengawali ibadah minggu dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat. Setiap umat diharuskan mengikuti Prokes yang ditetapkan dengan mencuci tangan dengan sabun / hand sanitizer, menggunakan masker dan menjaga jarak saat di ruangan gereja.

Terlihat hadir dari jajaran majelis GBKP Runggun Semeimei Batu, Ketua Bapa Wisnu Bangun, Sekretaris Bapa Efny Tarigan , Bendahara Nande Ginta Br Tarigan , Emeretus Bapa Markus Surbakti dan Nande Jonathan Br Sitepu. Selain itu juga hadir keluarga besar Sastroy Bangun dan keluarga dekat Mansyur Lubis.

  


     



 

Sabtu, 23 Januari 2021

Bupati Karo akan Laporkan SKPD ke Inspektorat Sumut


Bupati karo Terkelin Brahmana, SH, MH menyesalkan minimnya unsur SKPD dan Kepala OPD hadir dalam rapat lanjutan pembahasan pembatasan COVID - 19 dalam kegiatan masyarakat di kabupaten Karo, Jumat (22/1). 

Peserta rapat dari dinas SKPD yang diundangan sebagian  tidak hadir. Seyogianya rapat dijadwal diruang asisten pukul 14.00 wib , akhirnya tertunda. 

Setelah molor waktu 2.5 jam, rapat kembali digelar dengan berpindah tempat ke ruang kerja Bupati karo pukul 16.30 wib. 

" Hal  seperti seharusnya tidak perlu terjadi, malu kita terhadap Forkompimda yang sejak awal on time waktu telah menunggu ,"  kata  Bupati karo Terkelin Brahmana SH, MH kepada para SKPD yang hadir dihadapan Dandim 0205 /TK Letkol Kav Yuli eko Hadyanto, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono, Sik dan Kajari Karo. 

Menurut Terkelin Brahmana, rapat itu sangat penting memfinalkan tujuan satu persepsi agar setiap SKDP memberikan kewenangan sesuai tupoksinya dalam penanganan pembatasan kegiatan masyarakat  pada masa pandemi Covid-19, agar digodok menjadi satu juknis oleh BPBD sebagai leading sektonya. 

" Tapi sayang, tanpa menyerahkan usulan program penanganan pembatasan Covid19 oleh SKDP didalam rapat ini, apalagi tidak hadir.Draf Instruksi Bupati karo terkait tindak lanjut Intruksi Gubsu pembatasan kegiatan masyarakat masa pandemi Covid-19, masih abu abu, katanya 

" Ini dilema.Masyarakat ingin kepastian peraturan dalam penerapan pembatasan kegiatan terkait Covid-19, kita ASN tidak pro rakyat, gairah kerja lesu dan menurun , sumpah jabatan dilanggar. Dampaknya  juknis tidak kunjungan selesai, apa mau diundangkan, kata Terkelin Brahmana, sembari meminta kepada dinas BPBD segera catat dinas yang tidak hadir, sebagai bahan laporan ke Inspektorat Provsu , supaya dilakukan audit khusus kinerja. 

SKPD yang hadir yakni Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Direktur RSU Kabanjahe, Badan permodalan dan PPTSP, Makan Satpol PP dan BPDB, saya ucapkan trimakasih, yang masih memiliki tanggungjawab sesuai hati nurani yang tulus.Namun bagi SKPD yang tidak hadir para asisten, Dinas pariwisata, BKD , dinas ketenagakerjaan dan UKM , dinas Perindag , kabag hukum dan HAM, kita akan doakan agar mereka sehat semuanya  dan sesuai regulasi dan ketentuan sistem akan berjalan. 

Sementara Dandim 0205 /TK Letkol Kav Yuli Eko Hadyanto dan Kapolres Tanah Karo AKBP menyebut tidak menyangka rapat lanjutan  pembatasan  kegiatan masyarkat terkait Covid19 tertunda sementara Forkopimda sudah hadir tepat waktu sesuai undangan." Kami sepakat dengan Bapak  Bupati karo  agar langkah langkah yang akan diambil untuk menyurati inspektorat propinsi Sumatera Utara, tentu kami Forkopimda mendukung kebijakan tersebut. Hal ini  menurut hemat kami agar tindakan dan sikap seorang ASN mencerminkan loyalitas dan patuh, katanya

Prokes Bergelora Pemkab Dairi Raih Penghargaan Desain Masker


Kabupaten Dairi, Propinsu Sumatera Utara tidak saja menggelorakan penerapan protokol kesehatan (Prokes) berupa cuci tangan memakai sabun, menjaga jarak dalam kerumunan dan memakai masker. Hebatnya lagi, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Dairi meraih penghargaan pada perlombaan desain masker yang diselenggarakan Dewan Kerajinan Nasional Pusat dalam rangka memperingati Hari Ibu dan Pemberdayaan Potensi Perempuan Indonesia. Perlombaan desain masker yang diadakan oleh Dewan Kerajinan Nasional memperebutkan Piala Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Ny. Hj. Wury Westu Handayani Ma’ruf Amin.

Ketua Dekranasda Kabupaten Dairi Ny. Romy Mariani Eddy Berutu menyampaikan ucapan selamat atas penghargaan yang diraih oleh Serli J. Napitupulu yang merupakan binaan Dekranasda Kabupaten Dairi.

“Semoga memberi inspirasi bagi kita semua bahwa kesuksesan tidak didapat begitu saja apalagi dari bersungut sungut, menyalahkan orang lain atau sifat sifat yang membawa energi negatif, tapi dari cara berpikir positif, penuh semangat dan harapan yang dibarengi kerja keras dan kerja nyata. Sekali lagi selamat buat Ibu Serli, Dairi sangat bangga. Teruslah berkarya semoga semakin sukses ke depannya,” pungkasnya.

Disamping meraih penghargaan , ditengah pandemi Covid-19 Dekranasda Dairi juga terus mendukung para petenun Silalahi.Hal itu terbukti pada penutupan kegiatan pembinaan dan pelatihan tenun kain Silalahi dengan pewarna alami oleh kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) ‘Marsipaihutan’ Desa Silalahi I, Kecamatan Silahisabungan, Sabtu (16/01/2021) di Kantor Kepala Desa Silalahi I.

Sebagai bukti keseriusan Pemerintah kabupaten Dairi pada kelangsungan tenun Silalahi, Ketua Dekranasda Kabupaten Dairi Ny. Romy Mariani Eddy Berutu  menyerahkan Alat Tenun Gedokan komplit, dan alat pewarna komplit.

Selain itu Pemkab Dairi melalui Dinas Perindagkop Dairi juga memberikan bantuan 185 kilogram benang yang terbagi menjadi 125 kg untuk petenun gelombang pertama dan 60 kg untuk petenun untuk Kelompok UPPKS ‘Marsipaihutan’.

Dikatakan Ketua Dekranasda Kabupaten Dairi Ny. Romy Mariani Eddy Berutu Bantuan ini diserahkan untuk mendukung kegiatan para petenun dalam rangka melestarikan kain tenun Silalahi agar semakin dikenal.

 

Gubernur Temui Pasien RSJ : Jangan Sampai Dokternya Sakit


Gubernur Sumut Edy Rahmayadi  menemui pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr M Ildrem, di Jalan Tali Air, Medan Tuntungan. Selain memberikan buah tangan,Gubernur juga mengunjungi setiap bangsal dan berinteraksi dengan pasien-pasien tersebut.  

Gubernur mengatakan kepada para pasien agar cepat sembuh. Juga memberi motivasi kepada para tenaga kesehatan agar bersemangat menyembuhkan pasien. “Tetap semangat dalam menyembuhkan pasien kita ini ya,” ujar Gubernur kepada para tenaga kesehatan saat Gubernur dan rombongan berkunjung, Senin (18/1). Tampak hadir Kepala RSJ Prof Dr M Ildrem Ria Telaumbanua , Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut Riadil Akhir Lubis dan Kepala Biro Umum Setdaprov Sumut Achmad Fadly. 

Ditambahkan Gubernur ada beberapa bagian fasilitas RSJ yang perlu diperbaiki guna memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.Tidak hanya pasien, menurut Gubernur, para tenaga kesehatan yang bekerja menyehatkan pasien juga perlu tetap sehat. Sehingga pasien dan tenaga kesehatan sama-sama sehat.

“Kita lihat mana yang perlu kita perbaiki, kita perbaiki, kita anggarkan nanti ke depan bagaimana layaknya menyehatkan orang yang sakit, jangan sampai dokternya malah sakit, maka pasien dan tenaga kesehatan kita tangani segera, pertama penyembuhan pasien, kedua tenaga kesehatan,” ujar Gubernur usai peninjauan.

Sedangkan Kepala RSJ Prof Dr M Ildrem Ria Telaumbanua mengatakan, bed occupancy rate (BOR) atau tingkat penggunaan tempat tidur di rumah sakit tersebut mencapai 80%. “Angka tersebut sangat luar biasa, ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan untuk menyehatkan masyarakat Sumut,” ujar Ria.

Saat ini jumlah pasien yang dirawat di RSJ tersebut berjumlah kurang lebih 260 orang. RSJ ini memiliki 18 kamar yang terdiri dari kelas 1, 2 dan 3. Rumah sakit tersebut juga memiliki berbagai fasilitas antara lain poliklinik, layanan gawat darurat, layanan rawat inap, fisioterapi, serta fasilitas penunjang lainnya.

Kamis, 14 Januari 2021

Vaksinasi Minus Ketua DPRD Sumut, Gubsu : Tidak Etis Tolak Vaksin


Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi orang pertama di Sumut menerima suntikan vaksin Covid-19. Vaksinasi minus Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting ini, selanjutnya diikuti Kapolda Sumut Martuani Sormin, Kajati Sumut Ida Bagus Nyoman, Ketua Pengadilan Tinggi Medan Setyawan Hartono, Kasdam I/BB Didied Pramudito, Kabinda Sumut Ruruh A Setyawibawa, Pangkosek Hanudnas III Erson S B Sinaga, Danlantamal I Belawan I Made Wahyu Santoso, Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani dan lainnya.  

Vaksinasi ini dilakukan di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Kamis (14/1). Tahapan vaksinasi dimulai dengan pendaftaran dan cek kesehatan. Gubernur menuju tempat vaksinasi dengan membuka kemeja dan mengenakan kaos lengan pendek bertulis Indonesia.Ia dengan tenang duduk di kursi dan menerima suntikan vaksin oleh dr Handoyo.

Edy Rahmayadi mengaku tidak merasakan apa-apa. Bahkan merasa badannya tambah sehat usai divaksin. “ Divaksin rasa-rasanya semakin sehat saya,” ungkap Edy Rahmayadi." Tidak etis bagi masyarakat menolak vaksin sebab vaksinasi adalah solusi yang sudah direncakan negara untuk kepentingan rakyatnya. Vaksin dilakukan dalam rangka memutus dan menghambat memperkecil berkembanganya Covid-19 di Indonesia khususnya Sumut , " ujarnya.


Demikian juga, Kapolda Sumut Martuani Sormin merasakan biasa-biasa saja usai divaksin. “ Jadi dengan vaksin tubuh kita akan memproduksi imun,”  ujar Sormin, sembari menyatakan, sampai saat ini, Sumut tidak memiliki sanksi apapun pada masyarakat yang menolak vaksin.

Sormin menyampaikan penularan Covid-19 di Sumut cukup terkendali. Sebelumnya Sumut berada di posisi 9 nasional, namun kini Sumut sudah berada di posisi 10. Meski begitu, protokol kesehatan (Prokes) harus selalu dijalankan.“ Kita harus menjadi agen untuk memutus rantai persebaran Covid-19, mudah-mudahan Sumut bisa terkendali persebarannya,” ujar Sormin.

Vaksinasi Covid-19 di Sumut, dilaksanakan dengan  menyiapkan cold storage bersuhu  2 - 8 derajat celcius.Usai menerima 40.000 vaksin tahap pertama, direncakan 34.000 vaksin akan datang ke Sumut pada tahap kedua.


Meski divaksinasi, protokol kesehatan (Prokes) tetap penting diterapkan. “Penerapan protokol kesehatan tidak berubah setelah vaksinasi, penerapan akan berubah setelah ada evaluasi dari perkembangan Covid-19,” ujarnya.

Koordinator Medis dan Paramedis Satgas Penanganan Covid-19 Sumut Restuti Hidayani menyampaikan,  vaksinasi akan dilakukan di Medan, Binjai dan Deliserdang (Mebidang). Total penerima vaksin antara lain untuk Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) berjumlah 26.093, dan pejabat publik sebanyak 30 orang. Medan adalah kota terbanyak yang menerima vaksin.

Pada termin kedua, vaksinasi akan dilakukan di luar wilayah Mebidang. Beberapa persiapan yang telah dilaksnakan, antara lain pemantauan kesiapan cold storage di kabupaten/kota, pelatihan tenaga vaksinator bagi 1.500 orang, hingga koordinasi lintas sektor.


Usia 61

Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut), Drs Baskami Ginting tidak masuk dalam daftar prioritas vaksin COVID -19 berkaitan usianya 61 tahun. " Usia saya sudah 61 tahun, maka tidak diperbolehkan lagi divaksin," ujarnya kepada jurnalis sambil menyebutkan akan diwakili Rahmansyah Sibarani.


  


Terminal Tipe B Kabanjahe Model Pengembangan Kawasan Agrowisata

Gubernur Sumatera Utara (Sumut)  Edy Rahmayadi meresmikan beroperasinya Terminal Tipe B Kabanjahe di Kabupaten Karo, Selasa (16/2). Sarana p...