Rabu, 02 Desember 2020

Alexander Ginting : Perubahan Perilaku Kunci Utama Pemutusan Mata Rantai Covid-19




Alexander Kaliaga Ginting Suka  


Staf Khusus Menkes Bidang Pembangunan Dan Pembiayaan Kesehatan Brigjen TNI (Purn) Dr. Alexander Kaliaga Ginting Suka Sp.P, F.C.C.P, mengatakan pada masa pendemi Covid-19 tidak mungkin menghentikan aktifitas warga. 


Namun protokoler kesehatan (Prokes) berupa cuci tangan pakai sabun,memakai masker dan menjaga jarak saat berkumpul harus dinomorsatukan.

Penegasan itu disampaikannya saat mengisi zoom meeting bertema "Perubahan Perilaku Adalah Kunci Utama Pemutusan Mata Rantai Penularan Covid-19", Rabu(2/12) yang diadakan Moderamen GBKP di Kabanjahe, Karo, Sumatera Utara.

Dr. Alexander Kaliaga Ginting Suka Sp.P, F.C.C.P menguraikan kronologis mewabahnya virus corona sambil menyelipkan pesan - pesan kesehatan kepada peserta zoom meeting.

"Informasikanlah sejelas-jelasnya kepada jemaat dengan segala cara. Penerapan protokol kesehatan yakni pakai masker, cuci tangan pakai sabun di air mengalir, serta jaga jarak tetap menjadi kunci penting agar terhindar dari paparan virus," ujarnya kepada peserta yang didominasi pengerja gereja.

Alexander Kaliaga Ginting Suka Sp.P, F.C.C.P menambahkan, tanggung jawab penerapan Prokes tidak hanya pada diri sendiri saja melainkan juga bagi lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar.

" Jika mengalami gejala batuk, demam, pegal linu, hingga seperti mengalami masuk angin maka bisa mengisolasi diri sendiri di rumah atau berobat ke dokter supaya orang lain tidak tertular," ujarnya.

Dijelaskan, dalam catatannya kepatuhan warga Sumatera Utara pada Prokes terdata pada angka 73 persen. " Artinya setiap ada yang berkumpul 10 orang, maka 3 diantaranya tidak patuh protokoler kesehatan.Ini menjadi tantangan kita semua," ujarnya sambil menayangkan statistik Covid-19.

Diakuinya, di tengah masyarakat ada stigma yang menyebutkan virus corona itu tidak ada.Hal ini akibat perspektif berpikir yang pribadi dan umumnya terjadi kalau minim informasi.

" Itulah tugas kita semuanya, agar penolakan sedemikian dapat diakhiri.Ini bisa diibaratkan saat melihat air di dalam setengah botol," ujarnya sambil tersenyum.

Zoom meeting diisi dengan tanya jawab yang materinya kebanyakan menyangkut peristiwa di tengah masyarakat. Alexander Kaliaga Ginting Suka Sp.P, F.C.C.P memberikan jawaban dengan penekanan pada perubahan perilaku sebagai kunci utama pemutusan mata rantai penularan Covid-19.

" Kita melaksanakan semua itu dengan wajib iman, wajib aman, dan wajib imun," ujarnya mengutip tagline Kemenkes.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terminal Tipe B Kabanjahe Model Pengembangan Kawasan Agrowisata

Gubernur Sumatera Utara (Sumut)  Edy Rahmayadi meresmikan beroperasinya Terminal Tipe B Kabanjahe di Kabupaten Karo, Selasa (16/2). Sarana p...